12 Macam-Macam Metode Pembelajaran

12 Macam-Macam Metode Pembelajaran

12 Macam-Macam Metode Pembelajaran

12 Macam-Macam Metode Pembelajaran

Terdapat beberapa macam metode mengajar yang dapat digunakan dalam mengajarkan matematika, bergantung kepada siapa yang belajar matematiaka. Macam-macam metode tersebut antara lain:

  • Metode Proyek

Metode Proyek adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.

Kelebihan Metode Proyek

  1. Dapat memperluas pemikran siswa yang berguna dalam menghadapi masalah kehidupan.
  2. Dapat membina siswa dengan kebiasaan ,enerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari secara terpadu
  3. Metode ini sesuai dengan prinsip-prinsip didaktik moderen.

Kelemahan Metode proyek

  1. Kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini, baik secara vertical ataupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
  2. Pemilihan topic unit yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa, cukup fasilitas, dan sumber-sumber belajar yang diperlukan, bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah.
  3. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.
  • Metode Eksperimen

Metode Eksperimen adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.

Kelebihan Metode Eksperimen

  1. Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya
  2. Dapat membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaan dan bermanfaat bagi kehidupan manusia
  3. Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia

Kelemahan Metode Eksperimen

  1. Metode ini lebih cocok untuk bidang studi science dan teknologi
  2. Metode ini memerlukan ketelitian, keuletan dan ketabahan
  3. Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada diluar jangkauan kemampuan dan pengendalian
  • Metode Tugas dan Resitasi

Metode Tugas atau Resitasi adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melekukun kegiatan belajar. Dalam penerapan metode Resitasi perlu memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Fase Pemberian Tugas
  • Langkah Pelaksanaan Tugas
  • Fase Mempertanggung Jawabkan tugas

Kelebihan Metode Resitasi (Tugas)

  1. Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun    kelompok.
  2. Dapat mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru
  3. Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa
  4. Dapat mengembangkan kreativitas siswa

Kelemahan Metode Resitasi (Tugas)

  1. Siswa sulit di control, apakah mengerjakan tugas atau tidak
  2. Khusus untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikan   adalah anggota tertentu saja, sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik
  3. Sering memberikan tugas yang monoton dapat membuat siswa bosan

 

  • Metode Diskusi

Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa dihadapkan pada suatu masalah yang bias berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematic untuk dibahas dan dipecahkan bersama.

Kelebihan Metode Diskusi

  1. Merangsang kreativitas anak didik dalam bentuk ide atau gagasan dan terobosan yang baru dalam pemecahan suatu masalah
  2. Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain
  3. Memperluas wawasan
  4. Membina untuk terbiasa bermusyawarah untuk mufakat dalam memecahkan suatu masalah

Kelemahan Metode Diskusi

  1. Pembicaraan terkladang menyimpang, kadang memerlukan waktu yang panjang
  2. Tidak dapat dipakai pada kelompok besar
  3. Peserta mendapat informasi yang terbatas
  • Metode Sosiodrama

Metode sosiodrama dan Role playing dapat dikatakn sama artinya, dan dalam pemakainnya sering disilihgantikan. Sosiodrama pada dasarnya mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah social.

Tujuan yang diharapkan dengan penggunaan metode sosiodrama antara lain adalah:

  1. Agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain
  2. Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab
  3. Dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan
  4. Merangsang kelas untuk berfikir dan memecahkan masalah.
  • Metode Demonstrasi

Metode Demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan atau mempertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, serta disertai dengan lisan.

Kelebihan Metode Demonstrasi

  1. Dapat membuat pengajaran lebih jelas dan lebih kongkret
  2. Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
  3. Proses poengajaran lebih menarik
  4. Siswa dirangsan untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri

Kelemahan Metode Demonstrasi

  1. Memerlukan keterampilan guru secara khusus dalam mendemonstrasikan bahan ajar
  2. Fasilitas yang kurang
  1. Metode Problem Solving

Metode Problem Solving adalah metode mengajar dan juga merupakan metode berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

Kelebihan Metode Problem Solving

  1. Dapat membuat pendidikan disekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja
  2. Dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara termpil.
  3. Merangsang perkembangan berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh

Kelemahan Metode Problem Solving

  1. Memerlukan keterampilan guru dalam menentukan suatu masalah yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa
  2. Memerlukan waktu yang cukup lama dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran lain
  1. Metode Karyawisata

Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.

Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :

  1. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
  2. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
  3. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.

Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :

  1. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
  2. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
  3. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
  4. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
  5. Biayanya cukup mahal.
  6. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.
  1. Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa. Dengan mengajukan pertanyaan yang terarah, siswa akan tertarik dalam mengembangkan daya pikir. Kemampuan berpikir siswa dan keruntutan dalam mengemukakan pokok – pokok pikirannya dapat terdeteksi ketika menjawab pertanyaan. Metode ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut pada berbagai sumber belajar. Metode ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan apabila sebelum proses pembelajaran siswa ditugasi membaca materi yang akan dibahas.

  1. Metode Latihan

Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik.

  1. Metode Ceramah

Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan. Dalam hal ini siswa hanya diharuskan melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar informasi penting dari guru yang selalu dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapat mekanisme psikologis yang memungkinkannya untuk menolak disamping menerima informasi dari guru. Inilah yang disebut kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan diri.

  1. Metode Belajar Kooperatif

Dalam metode ini terjadi interaksi antar anggota kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. Semua anggota harus turut terlibat karena keberhasilan kelompok ditunjang oleh aktivitas anggotanya, sehingga anggota kelompok saling membantu. Model belajar kooperatif yang sering diperbincangkan yaitu belajar kooperatif model jigsaw yakni tiap anggota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan atau diajarkan pada teman sekelompoknya.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Copyright © 2015 Pixel Theme Studio. All rights reserved.