Tetap Awet Muda dengan Ramuan Kecantikan Daun Kelor – Demi cantik, perempuan mampu membeli banyak sekali macam produk yang terdapat pada pasaran. Padahal, jika mau, Anda bisa loh memakai bahan-bahan alami.

Anda tahu, salah satu tanaman yg dijadikan bahan dasar buat produk perawatan kulit merupakan daun kelor. Profesor FG Winarno menuturkan bahwa daun kelor adalah keliru satu superfood yang kaya akan zat gizi, antioksidan, & phyto kimia. Terbukti secara ilmiah bahwa daun kelor mengandung antioksidan yg bertenaga buat menjaga kecantikan dan keremajaan kulit paras.

Kuatnya antioksidan yg terkandung dalam minyak kelor membuatnya tidak gampang basi atau tengik. Sehingga sanggup disimpan pada jangka ketika yg panjang. Antara dua hingga 3 tahun lamanya.

Selain antioksidan, tanaman kelor berfungsi sebagai anti ageing yang bisa menahan proses penuaan. Tanaman kelor inipun juga bisa digunakan sebagai pelembab kulit dan melepaskan sel kulit yg meninggal. Sehingga perempuan bisa tampil awet belia & tetap anggun meski telah berusia senja.

Profesor FG Winarno pun berkata bahwa tanaman kelor ini mampu dikonsumsi pada bentuk apapun. Seperti menggunakan menjadikannya sayur, dibentuk menjadi teh, atau ditumbuk kemudian dipakai secara langsung dalam tubuh. Khasiat menurut tanaman kelor ini tidak akan berkurang meski diproses menggunakan cara apapun.

Ternyata, tanaman kelor ini telah dipakai semenjak zaman kebudayaan Mesir Kuno. Di mana Putri Cleopatra dan para bangsawan memakai flora kelor ini menjadi bahan kosmetik. Mereka menggunakan tanaman kelor ini tidak hanya buat mempercantik kulit namun jua memelihara kesehatan kulit tubuh & wajah.

Bahkan, flora kelor jua dipakai sang anggota Keraton Kasunanan. Di setiap sudut Keraton Kasunanan tumbuh tanaman kelor ini menggunakan fertile. Hal tadi disampaikan oleh Putri Kuswisnu Wardhani selaku Presiden Direktur PT Mustika Ratu yg pula berusaha menggaungkan manfaat flora kelor dalam masyarakat luas melalui kosmetik.

Baca Juga :

Copyright © 2015 Pixel Theme Studio. All rights reserved.