Perburuan Predator yang Menguntungkan Namun Mengancam Ekosistem – Hiu merupakan top predator pada lautan. Laut mempunyai jaring-jaring kuliner yang begitu kompleks. Jika terdapat sedikit perubahan struktur juga komunitas biota yg terdapat pada laut dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem. Sumberdaya ikan di samudera poly sekali dimanfaatkan buat kebutuhan hayati, tidak terkecuali sang predator ini.

Perikanan tangkap hiu di Indonesia relatif poly dilakukan. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2016, Indonesia adalah negara produsen hiu terbesar di global, menggunakan kontribusi sebesar 16,8% berdasarkan total tangkapan dunia.

Pemanfaatan Hiu
Di tepian dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar, terlihat beberapa orang nelayan beramai-ramai menggotong ikan hiu yang ukuran besar berdasarkan kapal menuju tempat penimbangan. Dapat diperkirakan berukuran hiu tersebut mencapai 1 ton. Di pelabuhan muncar ini memang masih ada suatu kios spesifik yg mengumpulkan hiu menurut hasil tangkapan nelayan. Berdasarkan fakta yg diperoleh, ikan hiu yang didapat asal dari tangkapan jaring maupun pancing. Ikan hiu ini umumnya sudah dipesan sang beberapa restoran dan pedagang.

Secara generik ikan hiu banyak dimanfaatkan dalam bagian sirip, sirip hiu ini dijadikan sajian menggunakan harga yang fantastis, sang karena harganya yang mahal maka perburuan ikan hiu ini terus semakin tinggi. Seperti yang dilansir dari bbc.Com, di Lombok Timur, daging dan bagian ikan hiu sebagian besar dijual dalam pasar domestik & diolah menjadi berbagai produk misalnya bakso, kerupuk, & sate.

Mengapa overfishing hiu mengancam ekosistem?
Hiu adalah spesies predator yang memegang kiprah krusial dalam kelangsungan ekosistem loka hidupnya. Pergerakan hiu yg lambat dan tubuhnya yang akbar memudahkan manusia buat menangkap. Pertumbuhan hiu yg lambat & hanya membentuk sedikit keturunan menciptakan hiu rentan terhadap kepunahan. Seekor hiu mencapai tingkat kematangan ketika berusia tujuh tahun atau lebih & hanya sanggup membuat satu hingga dua anak (Saraswati,2016). Fungsi ekologis Hiu pada perairan adalah sebagai top predator atau pemangsa utama pada pada rantai kuliner, apabila populasi hiu menurun atau bahkan punah maka dapat menggeser peran pada struktur komunitas yang telah terdapat & berakibat dalam terganggunya suatu ekosistem. Perburuan hiu yg terus menerus maka bisa mengancam populasi hiu di lautan

Perlindungan Hiu
Beberapa jenis hiu pada Indonesia masuk pada daftar Appendix II CITES. Appendix II CITES berisi mengenai aturan pengelolaan spesies yang menuju ancaman punah melalui aturan perdagangan yg ketat. Berdasarkan data dari Ditjen Perikanan Tangkap KKP, grup hiu martil, hiu koboi, hiu gergaji, dan hiu paus tutul masuk dalam Appendix II CITES.

Sumber : faunadanflora.com

Copyright © 2015 Pixel Theme Studio. All rights reserved.