Langkah Sukses Budidaya Jamur

Langkah Sukses Budidaya Jamur

Budidaya Jamur tiram sangat cocok untuk tempat beriklim tropis layaknya Indonesia. Investasi yang diperlukan untuk memulai udaha budidaya jamur tiram memadai murah dan bisa dilaksanakan bertahap. Bagian tersulit adalah membawa dampak baglog, sarana tanam yang sudah diinokulaikan dengan bibit jamur. Jamur tiram merupakan salah satu type jamur yang memadai terkenal di Indonesia. Macam-macam jamur yang umum dikonsumsi lainnya layaknya jamur merang, jamur kuping dan jamur shitake.

Langkah Sukses Budidaya Jamur

Pada kebanyakan jamur tiram dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sayuran untuk kebutuhan sehari-hari. Jamur tiram adalah type jamur kayu yang memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan type jamur kayu lainnya. Jamur tiram mempunyai kandungan protein, lemak, fospor, besi, thiamin dan riboflavin lebih tinggi dibandingkan dengan type jamur lain dan mempunyai kandungan 18 macam asam amino yang diperlukan oleh tubuh manusia dan juga tidak mempunyai kandungan kolesterol.

Budidaya jamur tiram memiliki beberapa kelebihan dan kemudahan didalam sistem budidayanya sehingga bisa dikelola sebagai usaha sampingan ataupun usaha ekonomis skala kecil, menengah dan besar (Industri).

Jika anda tertarik bertekun usaha budidaya jamur tiram ini, hal penting yang mesti dipenuhi adalah menciptakan dan melindungi suasana lingkungan pemeliharaan (cultivation) yang mencukupi syarat perkembangan jamur tiram tersebut. Hal lain yang penting adalah melindungi lingkungan perkembangan jamur tiram terbebas berasal dari mikroba atau tumbuhan pengganggu lainnya. Tidak jarang pembudidaya jamur tiram mendapati baglog (kantong untuk sarana jamur tiram) ditumbuhi tumbuhan lain tidak cuman jamur tiram, hal ini disebabkan sistem sterilisasi yang tidak cukup baik dan lingkungan yang tidak kondusif.

Ada beberapa hal yang mesti dipersiapkan untuk melaksanakan budidaya jamur tiram ini, tahapan pemeliharaan atau penanaman jamur tiram meliputi persiapan sarana memproduksi dan tahapan budidaya jamur tiram. Tahapan ini merupakan sistem budidaya jamur tiram berasal dari menjadi pembuatan sarana hingga sistem pemanenan jamur tiram. Jika anda tidak mendambakan repot menyemai benih, anda bisa belanja baglog yang sudah siap dengan benih jamur tiram yang sudah siap dibudidayakan.

Langkah-Langkah Budidaya Jamur
Pada dasarnya bangunan bisa gunakan ruangan yang tersedia dalm rumah, kebanyakan bangunan untuk budidaya Jamur Tiram bangunan jamur terdiri berasal dari beberapa ruangan, diantaranya:

Ruang persiapan. Yaitu ruangan yang berfungsi untuk melaksanakan aktivitas Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.
Ruang Inokulasi. Yaitu ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit terhadap sarana tanam, ruang ini mesti ringan dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya mikroba lain).
Ruang Inkubasi. Ruangan ini memiliki faedah untuk menumbuhkan miselium jamur terhadap sarana tanam yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur terhadap suhu 22 – 28 derajat C dengan kelembaban 60% – 80%, Ruangan ini ditambah dengan rak-rak bambu untuk memasang sarana tanam didalam kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.
Ruang Penanaman. area penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini ditambah terhitung dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara terhadap suasana optimal 16 – 22 derajat C dengan kelembaban 80 – 90%.
Peralatan Dan Bahan Budidaya Jamur Tiram
Peralatan yang digunakan terhadap budidaya jamur di antaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong. Bahan-bahan yang digunakan didalam budidaya jamur tiram adalah Serbuk kayu, bekatul (dedak), kapur (CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan), glukosa, kantong plastik, karet, kapas, cincin plastik.

Proses dan Teknik Budidaya Jamur Tiram
Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram tersedia beberapa sistem dan aktivitas yang dilaksanakan pada lain:

Bahan Bahan yang mesti dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.
Serbuk kayu yang diperoleh berasal dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang tidak cukup baik, hal ini berakibat tingkat perkembangan miselia tidak cukup merata dan tidak cukup baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji mesti di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan mesti mempergunakan masker gara-gara didalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir
Bahan-bahan yang sudah ditimbang cocok dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji sesudah itu disiram dengan air lebih kurang 50 – 60 persen atau jikalau kami kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak terlihat air. Hal ini pertanda kandungan air sudah cukup.
Pengomposan adalah sistem pelapukan bahan yang dilaksanakan dengan langkah membumbun campuran serbuk gergaji sesudah itu menutupinya dengan plastic
Pembungkusan (Pembuatan Baglog). Pembungkusan gunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan sarana ke didalam plastik sesudah itu dipukul/ditumbuk hingga padat dengan botol atau gunakan filler (alat pemadat) sesudah itu disimpan.
Sterilisasi dilaksanakan dengan mempergunakan alat sterilizer yang memiliki tujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang bisa mengganggu perkembangan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilaksanakan terhadap suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam. budidayaternak.com
Inokulasi (Pemberian Bibit). Inokulasi adalah aktivitas memasukan bibit jamur ke didalam sarana jamur yang sudah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, sesudah itu kami ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit lebih kurang + 3 sendok makan sesudah itu diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu berasal berasal dari varitas unggul, umur bibit maksimal 45 – 60 hari, warna bibit merata, dan tidak terkontaminasi oleh penyakit atau hama.
Inkubasi (masa perkembangan miselium) Jamur Tiram. Inkubasi Jamur Tiram dilaksanakan dengan langkah menyimpan di ruangan inkubasi dengan suasana tertentu. Inkubasi dilaksanakan hingga semua sarana berwarna putih merata, kebanyakan sarana akan nampak putih merata pada 40 – 60 hari.
Panen Jamur Tiram Panen dilaksanakan setelah perkembangan jamur meraih tingkat yang optimal, pemanenan ini kebanyakan dilaksanakan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilaksanakan terhadap pagi hari untuk menjaga kesegarannya dan mempermudah pemasaran.

Copyright © 2015 Pixel Theme Studio. All rights reserved.